Gus Dur: Pindah Ke Jogja dan Tinggal Bersama Kyai Muhammadiyah (3)

Oleh: Ali Munir S.
Gus Dur: Pindah Ke Jogja dan Tinggal Bersama Kyai Muhammadiyah (3)
google.com
Kita tak bisa menampik bahwa NU dan Muhammadiyah adalah dua Ormas yang memiliki dasar gerakan berbeda. Tetapi bukan berarti keduanya saling bermusuhan dan adu kesaktian, sebagaimana yang dilakukan Gus Dur. Gus Dur pada kepindahannya dari Jakarta ke Jogjakarta tinggal di rumah Kyai Junaidi, teman dekat ayahnya, selaku Majelis Tarjih atau Dewan Penasehat Agama Muhammadiyah waktu itu.

Kalau kita lihat sekarang mungkin peristiwa Gus Dur tinggal di rumah Kyai Junaidi merupakan hal yang biasa saja. Tetapi waktu itu hampir tidak ada pertautan sama sekali antara dasar gerakan NU dan Muhammadiyah. NU adalah organisasi islam yang mengejawantahkan dan mewakili islam tradisional (pedesaan). Sementara Muhammadiyah memiliki jargon bagi kaum modernis (perkotaan). Hal yang demikian wajar saja, karena NU tumbuh di wilayah pedesaan Jombang Jatim, sementara Muhammadiyah tumbuh di Yogyakarta yang merupakan pusat perkembangan dan gerakan kemerdekaan waktu itu.

Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada tahun 1912 sebagai akibat dari bangkitnya gerakan kaum modernis Timur Tengah. Muhammadiyah memiliki visi untuk mereformasi dan memodernkan pemikiran dan praktik islam. Visi tersebut berhasil, seiring gerakan penguatan dalam pendidikan dan kebudayaan. Kyai dan Ulama pesantren akhirnya sadar, bahwa bila tidak ada organisasi serupa, maka kebudayaan tradisional akan kehilangan muka dan dukungan dari masyarakat. 

Akhirnya NU didirikan pada tahun 1926. NU mencoba membendung gerakan kaum modernis yang semakin menghilangkan pola penghayatan atau Sufisme dalam islam tradisional. Namun tidak sepenuhnya menentang ide-ide modernisme islam. Dalam beberapa hal, NU menerima modernisasi islam terutama di bidang pendidikan yang lebih dikuatkan pada kurikulum modern dan sekular. Akhirnya NU di samping memiliki pesantren sebagai lembaga Sufisme, juga mendirikan Madrasah sebagai wahana belajar ilmu-ilmu umum atau modern.

Banyak pemimpin NU dan Muhammadiyah memiliki kedekatan hubungan pribadi, termasuk KH. Wahid Hasyim dengan Kyai Junaidi, dan banyak kerjasama dijalin oleh dua organisasi tersebut. Banyak dari keduanya aktif dalam gerakan Nasionalis. Pada masa penjajahan Jepang, keduanya akhirnya terpaksa mendirikan organisasi kebangsaan bernama Masyumi, dan menjadi partai politik besar yang mewakili kepentingan-kepentingan islam.

Pada tahun 1952, NU tiba-tiba memisahkan diri dari Masyumi karena membesarnya antipati antar kedua organisasi tersebut. Pertentangan tersebut semakin memuncak pada negosiasi mengenai posisi kabinet di bulan Maret tahun itu. Orang-orang NU umumnya merasa bahwa orang-orang Muhammadiyah menganggapnya sebagai “orang tolol dari desa” yang kasar. 

Oleh akrena itu, tinggalnya putera bekas pemimpin NU, Gus Dur, di rumah salah seorang pemimpin Muhammadiyah merupakan hal yang luar biasa. Pengalaman itulah yang membentuk pandangan Gus Dur tentang toleransi dan perbedaan kelak di usia dewasa.[]

Sumber: Buku Biografi Gus Dur, karya Greg Barton yang diterbitkan oleh Saufa Diva Press Group Yogyakarta tahun 2016. 

5 Komentar untuk "Gus Dur: Pindah Ke Jogja dan Tinggal Bersama Kyai Muhammadiyah (3)"

  1. Hai,, Kami dari Roket4D.. Ini sangat luar biasa,, Mudah - mudahan ini dapat berguna bagi orang banyak dan jangan lupa kunjungi juga situs kami Agen Bola Terpercaya
    Terima kasih,
    Prediksi Bola dan Togel Terupdate

    BalasHapus
  2. Saya sangat berminat isi dalam artikel ini saya akan berkunjung terus untuk dapatkan info terbarunyaagen bandarQQ terpercaya, Thanks bruhh.

    BalasHapus
  3. Terimakasih telah mengizinkan saya untuk melihat salah satu artikel terbaik ini, saya berharap anda juga menyempatkan diri untuk melihat artikel saya juga Agen Judi Bola Terimakasih banyak temanku!.

    BalasHapus
  4. Saya suka artikel yang Anda buat, menginspirasi saya. Saya harap Anda mengunjungi situs saya juga Agen BandarQQ. Terima kasih banyak temanku!.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel